Radio Streaming

 

Berita Populer

Selama November, BKSDA Riau Terima Tiga Laporan Kemunculan Harimau

Post on 27 November 2017
by Mala

Green-Selama November 2017, Balai Besar KSDA Provinsi Riau telah mendapat tiga laporan terlihatnya harimau di tengah masyarakat. Laporan tersebut berasal dari Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir. Hal ini disambut positif oleh Kepala Bidang Wilayah I KSDA Riau, Mulyo Hutomo yang mengatakan berkat laporan tersebut, hewan karnivora yang dilindungi pemerintah bisa terpantau oleh tim BKSDA.

“Laporan perjumpaan harimau  tidak selalu negatif, karena selama ini mungkin harimau tidak terpantau keberadaannya, dengan adanya laporan akhirnya terpantau binatang dilindungi ini. Ada jejak yang ditemukan dan tim memeriksa hasilnya positif. Memang betul ada harimau,” kata Hutomo kepada Green Radio, Senin 27 November 2017.

Menurut Hutomo, tidak heran harimau muncul di daerah-daerah tersebut. Daerah kemunculan harimau itu berbatasan dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pelalawan. “Jantan betina belum tahu karena jarak pantauan jauh dari yang dilihat oleh tim harimau dewasa,” ujarnya.

Sementara di Kampar, BKSDA Riau  telah mengirimkan tim sebanyak tiga orang selama tiga hari dua malam. Selama pantauan tim tidak melihat harimau berkeliaran. Ia mengatakan tim belum melihat adanya jejak baru, hanya jejak lama sejak tim mendapat laporan pertama dari Firdaus, petani sawit yang ada di Desa Suka Menanti, perkebunan Sungai Salak.

 “Masih jejak lama yang ditemukan. Dari keyakinan Firdaus, kita juga yakin disni ada harimau. Karena di sekitar perkebunan masih ada hutan, hutan skunder. Maksudnya disini daerah berhutan, bukan status kawasan hutan. Selama turun tim belum ketemu dengan harimau. Sejauh ini kita komunikasi dengan pak haji, tim sudah tidak turun, tapi kalau ada laporan lagi, kita langsung turun,” jelas Hutomo.

Di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tim BKSDA Riau berencana akan berangkat untuk menghalau harimau yang sudah selama satu tahun muncul di daerah tersebut. Ia mengatakan, timnya sudah turun sebanyak enam kali. Kerja tim KSDA tidak sia-sia, pada bulan Juni tim melihat harimau muncul. “Dari laporan tim, harimau jumlahnya satu ekor dewasa. Tim terakhir turun itu September. Memang kita perlu waktu lama untuk menghalau harimau ini kembali ke habitatnya,” jelasnya. 

Hutomo mengaku, ia sudah membentuk tim di masyarakat yang berkomunikasi intensif dengan tim KSDA. Sehingga BKSDA Riau mudah mendapatkan informasi-informasi di lapangan. (mala)