Radio Streaming

 

Berita Populer

BBKSDA Riau Tanam 8.300 bibit Pohon di Rimbang Baling

Post on 13 December 2017
by Mala

Green-Balai Besar KSDA Riau bersama Green Radio dan lembaga pegiat lingkungan lainnya melakukan penanaman bibit pohon di Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Desa Sungai Paku, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (12/12/2017). Aksi penanaman itu merupakan bagian dari kegiatan peringatan hari menanam pohon nasional.

Mulyo Hutomo, Kepala Bidang Wilayah 1 KSDA Riau mengatakan, dipilihnya Rimbang Baling sebagai tempat penanaman pohon dikarenakan kawasan ini rawan terancam perambahan secara ilegal. Bahkan di salah satu kawasan konservasi itu, sudah ada 48 kepala keluarga yang bermukim. Umumnya berasal dari Rokan Hilir dan Sumatera Utara.

“Ini kawasan hutan lindung, milik negara, sudah ada regulasinya. Setelah 48 KK ini jangan ada nambah KK lagi,” kata Hutomo kepada Green radio.

Pantauan Green Radio di beberapa titik sepanjang perjalanan ditemukan tumpukan kayu olahan yang sudah menjadi lembaran papan. Informasi dari petugas, papan-papan tersebut biasanya akan diangkut setiap sorenya ke sawmill yang berada di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri yang berjarak setengah jam perjalanan darat.

Seorang warga kepada Green Radio bahkan menyebut bahwa akses jalan ke lokasi penanaman merupakan satu-satunya jalur yang biasa dilalui warga untuk membawa kayu keluar.

“Dua kali dalam seminggu biasanya saya keluar jual kayu-kayu kecil pakai motor ini. Saya di sini sudah satu tahunanlah. Hari-hari lain ya saya berladang, ada buka ladang di kampung itu. Buka sendiri, tapi gak dibakar kok. Kan gak boleh bakar-bakar sekarang,” kata pemuda yang mengaku berasal dari Kisaran ini.

Kondisi hutan yang sudah mulai dirusak itulah yang membuat BBKSDA melakukan penanaman. Kali ini BBKSDA menanam sedikitnya 6.000 bibit. Target bibit yang ditanam 8.300 dengan jenis gaharu, durian, sirsak, matoa dan karet.

“Kita coba melakukan pendekatan dengan masyarakat yang ada, agar sama-sama menjaga hutan. Kita buat kegiatan dalam skema yang bisa juga dapat memakmurkan rakyat dan sekaligus dapat melestarikan hutan,” kata Hutomo.

Program menanam ini sendiri akan diikuti dengan program pemeliharaan dimana bibit-bibit pohon yang ditanam itu akan dipantau pertumbuhannya. (mala)