Radio Streaming

 

Berita Populer

Warga Pekanbaru Selamatkan Kukang saat Nyeberang Jalan

Post on 28 November 2017
by Mala

Green-Syahril (45) warga Pekanbaru menyerahkan hewan dilindungi jenis Kukang (Nycicebus coucang) kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Selasa (28/11/2017). Kukang yang diperkirakan masih berusia sekitar dua tahun itu diselamatkan Syahril saat hewan tersebut menyeberang jalan di perumahannya Tabek, Gadang, Pekanbaru.

Kukang jantan itu diterima oleh Humas BKSDA Riau, Dian Indriati. Kukang adalah satwa dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Satwa.

Bagi setiap orang yang dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, maka dapat dikenai sanksi  pidana dengan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

“Saya sedang duduk dengan kawan-kawan di tepi jalan malam itu, sekitar pukul 20.00 WIB. Terus ada motor yang hampir nabrak hewan itu. Terus bilang ada kukang. Saya langsung ambil hewan itu pakai kardus yang kebetulan ada,” kata Syahril kepada wartawan.

Syahril mengaku telah merawat kukang tersebut lebih kurang satu bulan lamanya. Awalnya ia tidak mengetahui bahwa hewan tersebut merupakan hewan dilindungi. Padahal primata terdaftar dalam Apendiks I oleh CITES (Convention International on Trade of Endangered Species) yang segala bentuk perdagangannya dilarang secara internasional.

“Saya nggak tahu kalau ini dilindungi. Sampai kerabat saya memberitahu dan menghubungi BKSDA. Makanya setelah tahu, langsung saya serahkan,” ujarnya.

Humas BKSDA, Dian mengatakan ini merupakan penyerahan kedua kalinya setelah sebelumnya warga Palas juga menyerahkan kukang di tahun 2016. Sebelum dilepas liarkan ke alam bebas, kukang tersebut akan dirawat oleh BKSDA Riau.

"Sekarang kita rawat dulu. Kalau langsung dilepas nanti dia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan, di sini sampai dewasa baru bisa dilepas. Kalau main lepas aja nanti bisa mati dengan hewan lain. Kukang ini hewan langka,” paparnya.

Meski demikian, sumber Green Radio memastikan bahwa hewan ini merupakan peliharaan yang lepas. Sebab kukang hanya hidup di hutan sebagai habitat alamnya. (mala)