Radio Streaming

 

Berita Populer

Festival TNTN Hadirkan Budaya Lokal yang Hampir Punah

Post on 21 November 2017
by Redaksi

Green-Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menggelar Festival Taman Nasional Tesso Nilo untuk pertama kalinya. Festival ini akan dilaksanakan 22-24 Novembber mendatang, di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Acara tersebut akan dihadiri oleh seluruh Kepala Balai Taman Nasional dan Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam se Indonesia.

Supartono, Kepala Balai TNTN mengatakan, ada dua kegiatan besar yang akan dilaksanakan dalam gelaran ini. Diantaranya, Kemah Konservasi dan Festival Budaya.

“ Kemah Konservasi ini pesertanya adalah seluruh Kepala Balai Taman Nasional dan KSDA se Indonesia, akan dihadiri oleh Pak Dirjen dan para Direktur. Festival budaya, ada Nyanyian Panjang, Lomba Silat Pangean, lomba memasak masakan tradisional dan menumbai,” kata Supartono.

Supartono juga menyampaikan, beberapa paket wisata yang disediakan, menjadi semangat awal dilaksanakannya Festival Tesso Nilo. Diantaranya adalah Mahout Wanna Be,menyusuri hutan kawasan TNTN, Menumbai atau memanen madu secara tradisional dimalam hari.

“ Jika Pemda mendukung ini sebagai iven ini permanen, saya siap untuk menjadikan iven ini sebagai iven nasional taman nasional,” ungkap Supartono.

Dalam iven ini, tidak hanya eksibisi, namun juga beberapa perlombaan. Diantaranya adalah lomba memasak masakan tradisional, lomba silat pangean, lomba mewarnai bagi anak usia Taman Kanak-kanak dan lomba fotografi on the spot.

Supartono juga menegaskan, pengembangan pariwisata adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, masyarakan sangat dilibatkan dalam pariwisata yang ada di TNTN. Tidak hanya itu, fungsi konservasi di Taman Nasional juga harus tetap diperhatikan. Sehingga, dampak yang diharapkan adalah ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga kawasan hutan.