Radio Streaming

 

Berita Populer

Lagi, Penyelundupan 70 Trenggiling Digagalkan

Post on 02 November 2017
by Mala

Green-Direktorat Reskrimsus Polda Riau bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau kembali menggagalkan upaya penyelundupan 70 trenggiling. Penangkapan ini merupakan pengembangan atas kasus penangkapan trenggiling di Dumai beberapa waktu lalu.

Namun kali ini 70 trenggiling itu diamankan dari pengepul atau jaringan dari tersangka kurir kasus Dumai. “Mereka ini pengepul. Kita duga ini jaringan. Jadi ini satu tingkat di atas dari penangkapan sebelumnya. Dan akan dikembangkan lebih lanjut, karena kita yakin ini merupakan jaringan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setiawan saat jumpa pers, Selasa (31/10/2017).

Penangkapan ini diawali dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Kemudian, polisi melakukan penyelidikan selama dua pekan lamanya. Pada 30 Oktober lalu, akhirnya dilakukan penangkapan. Tim Polda terlibat kejar-kejaran dengan mobil pelaku jenis Xenia di jalur lintas timur Kabupaten Pelalawan. Tim berhasil menghentikan kendaraan tersebut di jembatan kecamatan Pangkalan Kerinci.

Operasi yang dikomandoi Kasubdit I Ditreskrimsus AKBP Hasyim Rishondua SIK MH dan dipimpin Kanit II Subdit I tersebut menemukan sebanyak 70 ekor trenggiling dengan berat 301,5 kilogram. Selain itu juga diamankan kulit atau sisik trenggiling seberat 4 kg.

Dalam penangkapan itu, dua tersangka inisial Ali (25) dan Juprizal (22) yang keduanya tercatat sebagai warga Kabupaten Kuansing. Mereka sudah 14 kali beroperasi dan mendistribusikan trenggiling. Hasil perdagangan satwa dilindungi ini dipakai tersangka untuk membeli kebun sawit.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 70 ekor satwa trenggiling, empat kilogram kulit satwa trenggiling, enam kotak keranjang, satu unit kendaraan bermotor R4 merek Daihatsu Xenia warna putih Nopol B 1281 SZJ dan satu unit timbangan duduk warna hijau.

Hewan langka ini diduga akan dijual ke luar negeri melalui perairan Riau. Sebagai gambarannya, satu hewan seberat satu kilogram dari pengepul dibanderol Rp300 ribu, setelah lepas ke tangan pembeli itu harganya Rp600 ribu," ujar Gidion didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo dan jajaran Kasubdit Reskrimsus.

Kini seluruh trenggiling itu telah dilepasliarkan oleh Balai Besar KSDA Riau ke habitatnya. "Kita sengaja tidak memberitahukan tempatnya dimana, takutnya para pemburu nanti kesana," kata Humas BBKSDA Riau, Dian Indrianti hari Kamis ini.

Trenggiling merupakan satwa dilindungi berdasarkan UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Ini adalah penangkapan ketiga kalinya di Oktober ini. Hampir 300 ekor trenggiling telah diselamatkan dalam operasi penangkapan. (mala)