Radio Streaming

 

Berita Populer

KLHK Tahan Ratusan Meter Kubik Kayu Meranti dari Kuansing

Post on 09 October 2017
by Redaksi

Green-Sebanyak 127 meter kubik kayu ilegal berhasil diamankan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Wilayah II Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (5/10/2017). Kayu-kayu tersebut dibawa oleh tiga mobil kontainer menuju Medan, Sumatera Utara.

Kepala Seksi Penegakan Hukum  KLHK Wilayah II Sumatera Eduwar Hutapea, ini merupakan penangkapan terbesar selama empat tahun belakang. Di tahun 2017 ini saja, hingga per Oktober pekan pertama, pihaknya telah berhasil menangkap tujuh kasus serupa.

"Ada tiga kontainir yang kita amankan. Ketiga kontainer yang masing-masing bernomor polisi W 9790 US, BK 9111 FO, S 9766 OW tersebut saat ini telah diamankan di Kantor Gakkum Wilayah II Sumatera Kota Pekanbaru,"jelas Edo, di kantornya, Sabtu akhir pekan kemarin.

Untuk satu kontainer, setidaknya mampu memuat sekitar 43 meter kubik. Kejadiannya bermula saat kontainer tersebut melintasi perbatasan Kota Pekanbaru dan Kampar pada Kamis pekan lalu. Truk kontainer pertama ditangkap di Jalan Kubang Raya sekitar pukul 07.25 WIB. Sementara dua kontainer lainnya ditangkap di Jalan Garuda Sakti pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kayu kali ini diprediksi senilai Rp250 juta. Dibawa oleh enam orang. Dan sekarang keenam orang ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik," tambah Edo.

Edo mengatakan kayu-kayu tersebut diduga hasil pembalakan liar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kayu-kayu tersebut didominasi jenis kayu meranti.

"Kami masih mendalami dari mana asal kayu ini, dan siapa penampungnya. Sejauh ini mereka belum kooperatif dengan kami," ujarnya.

Edo mengaku belum mendapatkan banyak informasi dari para pelaku. Akan tetapi, menurut Edo berdasarkan informasi pertama yang digali penyidik, menurut pengakuan sopir, mereka memperoleh kayu dari Kecamatan Singingi dengan tujuan Medan atas perintah seseorang berinisial A.

Para supir dilengkapi dengan surat keterangan hasil penebangan kayu dari KLHK. Namun setelah diteliti ternyata surat tersebut palsu. Surat KLHK ditiru dan ditandatangani tenaga teknis. KLKH sendiri punya daftar tenaga teknis sehingga dengan mudah dilakukan pengecekan. “(awalnya) Sulit dibedakan. Mungkin karena mereka pemain lama. Kami akan susut siapa di balik ini semua,” tegas Edo.