Radio Streaming

 

Berita Populer

Daging Dugong Dipotong-potong dan Dibagi-bagikan di Rupat

Post on 29 September 2017
by Redaksi

Green-Seekor Dugong ditemukan mati mengapung di Sungai Simpur Kecamatan Rupat Utara  Kabupaten Bengkalis, Rabu pekan ini. Dugong ini berat badannya mencapai 200 kilogram dan panjang 2 meter. Tubuh satwa dilindungi ini kemudian ditarik ke darat lalu dipotong-potong oleh nelayan dan dagingnya dibagikan ke warga sekitar.

Abdul Kadir dari Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis kepada Green Radio mengatakan, ia mengetahui kejadian itu pada Kamis kemarin atau sehari setelah pesut tersebut ditemukan.

Awalnya masyarakat menjelaskan kejadian secara terbuka. Namun setelah diberi tahu bahwa spesies mamalia laut itu adalah hewan yang dilindungi, warga pun tidak banyak lagi memberikan informasi.

"Mereka tidak tahu awalnya kalau itu hewan yang dilindungi. Tapi setelah tahu, mereka terlihat takut. Dan masyarakat juga sedikit tertutup menceritakannya," ujarnya.

Dugong yang dipotong-potong itu diketahui luas setelah seorang warga memposting foto-foto di akun Facebook atas nama Tan Siuphing. Dalam foto itu, ia memperlihatkan foto-foto saat tubuh Dugong dipotong-potong. Foto-foto itu diposting pada Rabu siang, namun saat ini tautan foto-foto tersebut sudah tidak bisa diakses lagi. Abdul Kadir mengatakan biasanya hewan yang mati seperti Dugong itu akan diambil sampel untuk diteliti.

"Selain dijadikan sample, biasanya jika menemukan hewan dilindungi seperti ini dalam keadaan mati, akan kami kubur. Seperti temuan sebelum ini di desa lain, sekitar enam bulan lalu. Kondisinya sudah mati dan membusuk, jadi langsung kami kubur," paparnya.

Dugong merupakan hewan langka yang dilindungi. Hewan ini termasuk binatang yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Beberapa bulan lalu seekor ikan lumba-lumba ditemukan mati terjaring alat tangkap nelayan di perairan Riau. (*)