Radio Streaming

 

Berita Populer

Mahasiswa : Ada Dugaan Korupsi dalam Proses RTRW

Post on 28 September 2017
by Redaksi

Green-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bela Rakyat (Gembara) aksi unjuk rasa di depan markas kepolisian daerah (Polda) Riau, Kamis (28/09/2017) pagi. Mereka menolak rancangan peraturan daerah (ranperda) RTRW yang sudah disahkan oleh DPRD Riau.

Mereka menilai proses penyusunan dan pembahasan RTRW Riau tidak transparan. Mereka juga beranggapan RTRW Riau yang disahkan ini tidak berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup, melainkan berpihak pada kepentingan ekonomi semata.

Ketidaktransparanan inilah yang membuat mereka menggelar aksi ke Mapolda Riau. Mereka berharap kepolisian menyelidiki dugaan potensi korupsi dalam proses pengesahan ranperda ini. Ketertutupan proses di dewan telah menghambat partisipasi publik dalam pembahasannya.

Hendro Mulyono, Koordinator aksi mengatakan, 8 juta hektar dari 9 juta hektar hutan dan lahan di Riau yang disepakati dalam Ranperda RTRW, dijadikan lahan dengan fungsi budidaya. Menurutnya, jika lahan sebanyak itu dijadikan lahan budidaya, masyarakat akan kehilangan lahannya. Khususnya masyarakat adat yang bergantung pada hutan.

“Seharusnya DPRD Riau melihat langsung ke lapangan. Mereka tidak melihat setelah disahkan ada masalah apa,” kata Hendro.

Hendro juga meminta Kementerian Dalam Negeri RI tidak menyetujui Ranperda ini menjadi Perda RTRW karena alasan tersebut. Ranperda tidak memberikan ruang bagi masyarakat yang seharusnya dijadikan sebagai subyek dari pemanfaatan tata ruang.(*)